Kasus Stunting di Gunungkidul Tertinggi di DIY
“Anak stunting tidak mesti dari keluarga miskin, tetapi pola asuh yang salah juga berpengaruh,” katanya.
Sementara itu, Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan, BKKBN, Muhammad Rizal Martua Damanik mengatakan, kasus stunting di Indonesia sudah semakin turun. Berbagai upaya yang dilakukan mampu menurunkan stunting hngga 21,6 persen. Sedangkan target nasional pada 2024 tinggal 14 persen.
“Sebenarnya prevalensi stunting dari tahun ke tahun sudah turun. Hanya saja masih di atas ambang batas WHO 20 persen,”katanya.
BKKBN sebagai salah satu lembaga yang dibebani untuk menekan kasus stunting telah melakukan berbagai upaya. Mulai dari pendampingan keluarga beresiko stunting, pendampingan semua calon pengantin atau calon usia subur hingga surveilans keluarga beresiko stunting.
Editor: Kuntadi Kuntadi