Kasus Covid di Kulonprogo Naik Sejak September, 10 Orang per Hari
"Hanya langkah itulah yang saat ini paling ampuh menangkal penularan Covid-19 sampai nanti vaksin virus tersebut ditemukan," kata Baning.
Terkait dengan tingginya pasien terkonfirmasi Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri, Pemkab Kulonprogo memberlakukan kebijakan isolasi mandiri bagi penderita tanpa gejala. Sedangkan untuk penderita yang menunjukkan sakit tetap dirawat di rumah sakit rujukan dan Rumah Singah Teratai (RST).
Saat ini, di RSUD Wates dari kapasitas 16 ruangan, masih tersisa empat yang kosong. Untuk RSUD Nyi Ageng Serang (NAS) terisi dua dari total empat kamar.
"Sedangkan untuk RST terisi 20 dari total 30 ruangan. Artinya masih ada tempat untuk pasien lagi," kata Baning.
Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo Sri Budi Utami mengatakan kebijakan penanganan penderita Covid-19 dibagi menjadi tiga bagian, yakni perawatan di rumah sakit rujukan, perawatan di RST, dan isolasi mandiri di rumah. Isolasi mandiri diawasi langsung oleh Dinkes dibantu Satgas Covid-19 tingkat kelurahan.
Dia menjelaskan rumah sakit rujukan ditujukan bagi penderita yang sudah terkonfirmasi positif dengan gejala sedang ataupun berat. Untuk RST dikhususkan kepada pasien dengan kondisi tidak ada gejala sampai dengan ringan, karena di tempat itu tidak ada pelayanan medis seperti halnya di rumah sakit rujukan.
"Sementara untuk isolasi rumah dilaksanakan di bawah pantauan kami, hal ini juga dipertimbangkan dengan lokasi yang sudah memenuhi syarat untuk menjalani isolasi mandiri," kata Budi.
Editor: Nani Suherni