Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hujan Deras Picu Longsor Bukit Clongop, Jalur Penghubung Jateng–DIY Ditutup
Advertisement . Scroll to see content

Kasus Antraks di Sleman dan Gunungkidul, Sultan Minta Warga Hentikan Tradisi Brandu

Jumat, 15 Maret 2024 - 12:35:00 WIB
Kasus Antraks di Sleman dan Gunungkidul, Sultan Minta Warga Hentikan Tradisi Brandu
Ilustrasi vaksinasi antraks untuk hewan sapi ternak. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

Berkaitan dengan Kejadian Luar Biasa (KLB) Antraks di Sleman maupun Gunungkidul, Sultan menilai belum perlu dilakukan. Dia menyebut KLB bisa dilakukan jika kasus bertambah dan korban manusia terjadi penambahan. 

"KLB saya kira belum (perlu), kecuali kalau memang ada dasar berkembang gitu," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) DIY Pembajun Setyaningastutie menyebut jika terpaparnya antraks ke warga Sleman dan Gunungkidul karena tradisi brandu, yaitu menyembelih hewan ternak yang sakit atau mati kemudian membagi-bagikan daging ke tetangga atau saudara untuk kemudian dikonsumsi. 

Diaa mengungkapkan, saat ini ada 53 orang yang suspect antraks. Mereka terdiri atas 23 warga Dusun Kalinongko, Kalurahan Gayamharjo, Kapanewon Prambanan, Sleman dan 30 warga Padukuhan Kayoman, Kalurahan Serut, Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul. Seorang warga Kalinongko meninggal dunia. 

"Untuk warga yang meninggal ini belum bisa dipastikan positif antraks. Sebab dia meninggal sebelum diambil sampelnya," katanya di gedung DPRD DIY, Rabu (13/3/2024). 

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut