Kakek Sebatang Kara di Bantul Bertahun-Tahun Tinggal di Kandang Kambing
Tiap pagi, Sarmiskam mengaku bekerja seperti biasa mencari barang rongsok dan baru kembali ke kandang kambing setelah selesai bekerja. Kondisi kandang milik peternak yang tidak memiliki fasilitas MCK (mandi, cuci, dan kakus) membuat Sarmiskam harus pergi ke sebuah saluran irigasi sejauh 1 km.
Warga sekitar yang merasa iba dengan kondisi Sarmiskam juga bergantian memberikan makanan seadanya. 
Kondisi Sarmiskam yang telah beberapa tahun tinggal di kandang kambing itu akhirnya mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul. Pemkab mengutus Kepala Dinas Sosial Didik Warsito untuk datang ke kandang kambing tempat tinggal Sarmiskam.
Pejabat tersebut kemudian mendata dan memberikan bantuan untuk Sarmiskam. Petugas terkait lainnya selanjutnya merekam data kependudukan Sarmiskam karena selama ini belum memiliki KTP elektronik (e-KTP).
Didik Warsito mengatakan, pemkab bersama instansi terkait segera mencarikan solusi agar Sarmiskam tidak lagi tinggal di dalam kandang kambing bersama beberapa kambing.
“Karena Sarmiskam tidak memiliki tanah, pemerintah berencana untuk membangun sebuah rumah sederhana di atas tanah kas desa untuk digunakan oleh Sarmiskam,” katanya.
Editor: Kastolani Marzuki