Jaga Kelestarian Hayati, Pertamina Lepasliarkan Burung Gelatik Jawa
“Kita pilih di Jatimulyo ini karena di sana masih terdapat hatitat alaminya. Beberapa burung gelatik juga masih ada di hutan ini,” kata Rizky Yudisthira Pjs Operation Head PT Pertamina (Persero) Terminal BBM Rewulu, belum lama ini.
Dia menuturkan, Desa Jatimulyo dipilih lantaran adanya kesadaran masyarakat untuk menjaga ekosistem satwa di alam. Bahkan pemerintah desa juga membuat peraturan desa yang melindungi ekosistem alam.
Masyarakat dilarang melakukan perburuan terhadap burung yang ada di alam. Begitu juga penangkapan ikan di sepanjang aliran sungai juga harus ramah lingkungan. Apalagi masih banyak tanaman seperti kopi, kakao, perdu dan jahe-jahean, yang disukai oleh beraneka jenis burung. “Ketersediaan makanan sangat cukup, dan semoga bisa berkembang,” katanya.
Pelepasliaran gelatik Jawa ini merupakan proses mengembalikan keanekaragaman hayati di kawasan Desa Jatimulyo. Kawasan ini banyak memiliki potensi wisata, berupa eduwisata dan ekoturisme yang sedang dikembangkan masyarakat.
“Masih ada 10 ekor burung yang kami konservasi, nantinya akan kami lepasliarkan lagi,” tuturnya.