“Lembaga pendidikan harus inovatif dan memiliki lembaga research yang dapat di implementasikan kepada pendidikan Pancasila,” katanya.
Wapres JK menyebut, saat ini ada dua jenis pendidikan yang diterapkan berbagai negara di dunia. Pertama, ppendidikan liberal yang menekankan kecerdasan untuk berpikir cepat dan terbuka. Kedua, pendidikan berbasis ketrampilan yang mengasah kemampuan untuk menciptakan sesuatu. Di mana Indonesia menerapkan perpaduan dua jalur pendidikan tersebut.
“Cerdas saja tanpa inovasi tidak akan menghasikan kemajuan. Tanpa menyeimbangkan pendidikan, kita hanya akan mencetak pengangguran,” ucapnya.
Menurutnya, 10 % jumlah penduduk DIY merupakan mahasiswa. Yogyakarta dinilai bisa menjadi pusat inovasi menuju kemajuan dan Unisa diharapkan menjadi salah satu penyumbang kemajuan Indonesia melalui pendidikan yang menghasilkan generasi unggul.
Sementara Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X mengatakan, pendidikan selalu bergerak dengan dinamis, untuk itulah penyelenggaraannya harus dilaksanakan penuh tanggung jawab. Dan Unisa telah memberikan warna pada pendidikan di DIY.