Inspiratif! Perjuangan Amirul Ramli Marbot Masjid Kini Jadi Lulusan Doktor UMY
Berasal dari keluarga sederhana, Amirul harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus membiayai kuliahnya. Saat itu, kiriman uang dari orang tuanya hanya berkisar Rp100.000 hingga Rp300.000 per bulan.
Untuk menghemat biaya, dia memilih mengabdi sebagai marbot di Masjid Khusnul Khotimah, Tamantirto, Kasihan, Kabupaten Bantul, DIY.
Namun pengabdian sebagai marbot saja belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Amirul kemudian berjualan keliling di berbagai lokasi keramaian.
Bahkan, dia kerap berjalan kaki dari kawasan kampus menuju Malioboro untuk menawarkan dagangannya kepada para pengunjung.
"Semua proses itu justru membuat saya menjadi lebih kuat dan sabar. Dari sana saya menemukan makna yang mendalam bahwa ilmu pengetahuan benar-benar dapat mengangkat derajat kehidupan seseorang," ujar Amirul, Sabtu (30/5/2026).