Hati-Hati, Serangan Ubur-Ubur Diprediksi Terjadi hingga Agustus
Marjono mengungkapkan, sejak uji coba pembukaan pantai dilakukan pada Rabu (24/6/2020) hingga sekarang sudah ada ratusan pengunjung yang tersengat. Di Pantai Kukup terdata 20 pengunjung jadi korban.
Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Surisdiyanto menambahkan, efek dari serangan ubur-ubur bervariasi dan sangat bergantung dengan kondisi tubuh korban. Umumnya, sengatan menyebabkan gatal-gatal atau luka seperti terbakar di area yang tersengat. Tapi, di kasus tertentu ada yang sampai sesak napas hingga pingsan.
“Sempat ada dua korban yang dibawa ke puskesmas karena mengalami sesak napas setelah disengat ubur-ubur, tapi secara umum korban dapat terselamatkan,” katanya.
Suris menuturkan, berdasarkan kasus yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya, mayoritas korban anak-anak. Hal ini tidak lepas dari bentuk ubur-ubur terlihat menarik. Selain berbentuk tranparan dengan gelembung, juga memilik rumbai berwarna kebiru-biruan.
“Bentuknya unik sehingga menarik perhatian,” ucap Surisdiyanto.
Artikel ini telah tayang di Harianjogja.com dengan judul "Pengunjung Diminta Waspada, Serangan Ubur-Ubur Diprediksi Terjadi hingga Agustus"
Editor: Nani Suherni