Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Weekend Story: Miftah Lepas Jabatan Utusan Presiden, Buah Pahit Rendahkan Orang Lain
Advertisement . Scroll to see content

Habib Gelar Suci, Gus Miftah: Ada Darah Nabi, Gak Pantes Menghina Orang Lain

Jumat, 20 November 2020 - 18:26:00 WIB
Habib Gelar Suci, Gus Miftah: Ada Darah Nabi, Gak Pantes Menghina Orang Lain
Penceramah kondang Gus Miftah. (Foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Dai kondang asal Yogyakarta Miftah Maulana Habiburrahman atau lebih dikenal dengan Gus Miftah menilai gelar habib atau habaib adalah sakral dan suci.

Menurut Gus Miftah, tidak ada satu pun di antara kaum muslim boleh menghina para habib. Sebab, kata Gus Miftah, di dalam diri seorang habib mengalir darah Nabi Muhammad SAW. Namun, dia juga menegaskan bahwa seorang habib juga tak pantas melakukan hal serupa yakni, menghina orang lain.

“Gus boleh gak kita menghina habaib? Tidak boleh! Kenapa? Karena dalam tubuh habaib ada darahnya Nabi SAW. Lalu bolehkah habaib menghina orang lain? tidak boleh, masa di dalam tubuhnya ada darah nabi kok menghina orang lain? kan gak pantes. Terus siapa orang yang boleh kita hinakan? tidak ada satu pun orang yang boleh kita hinakan,” ujar Gus Miftah saat live di akun instagtram pribadinya @gusmiftah dikutip pada Jumat (20/11/2020).

Pernyataan itu diungkapkan Gus Miftah menyikapi ramainya sebutan habib atau habaib (jamak) yang sedang menjadi buah bibir masyarakat. Seperti di berbagai platform media sosial, kata habib menjadi topik pembahasan utama, bahkan akhir-akhir ini seringkali masuk dalam deretan trending topik di Twitter.

Sebelumnya, Menteri Kordinator Polhukam, Mahfud MD, menyebut bahwa panggilan habib ditujukan kepada seseorang yang dihormati. Hal itu diutarakan Mahfud di akun Twitternya pada 19 Desember 2018 silam. Menurut dia, tidak semua orang yang dipanggil habib merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut