Guru Besar UGM Zainal Arifin Mochtar Diteror Lewat Telepon, Diancam Ditangkap
"Suaranya diberat-beratkan supaya kelihatan punya otoritas. Dalam beberapa hari ini sy dah dihubungi tindakan sejenis dah dua kali. Saya hanya ketawa dan matiin hape lalu lanjut ngetik," tulisnya lagi.
Menurutnya, modus teror telepon semacam ini merupakan bentuk penipuan yang mudah dikenali. Namun, dia menyayangkan praktik penipuan tersebut masih marak dan seolah tidak ditangani secara serius.
"Well, siapapun tau yg kayak beginian adalah penipuan dan gak jelas. Tololnya dia bisa menelpon berkali2. Tapi bagaimana pun di negeri ini penipu macam begini terlalu diberi ruang bebas. Nyaris nda pernah ada yg dikejar dengan serius. Data kita diperjual belikan dan berbagai tindakan scam lainnya," tulis Uceng.
Uceng juga memberikan pesan tegas kepada pelaku penipuan agar tidak menggunakan institusi kepolisian sebagai alat untuk menakut-nakuti masyarakat.
"Yang kedua, kepada para penipu, jangan jualan polisi untuk ngancam dan nakutin orang2 tertentu. Gak akan ngefek," katanya.