Grebeg Santri Sambut Hari Santri Nasional di Malioboro Disambut Antusias Warga Yogyakarta
“Kita juga ingin menunjukkan filosofi ponpes Islam yang rahmah dan bukan Islam yang marah. Indonesia ini tidak milik satu kelompok, satu suku atau satu bangsa saja,” katanya.
Dalam Grebeg Santri itu, para santri ini tak henti-hentinya berselawat dan memanjatkan doa sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah. Beberapa kontingen peserta juga mengarak sejumlah maskot berbentuk burung Garuda, lambang Nahdatul Ulama (NU) berbentuk globe dan tokoh pewayangan, dan poster bergambar tokoh NU, Gus Dur.
Grebeg Santri yang digelar tiga kali ini mendapat apresiasi dari para pengunjung atau wisatawan di kawasan Malioboro Yogyakarta. Mereka tampak antusias menonton penampilan seni budaya dari para santri. “Ya, bagus sekali. Soalnya ini bisa menjunjung kesantrian di Indonesia,” kata Fitriana, pengunjung Malioboro.
Rencananya, kegiatan serupa juga akan terus dilangsungkan di tahun yang akan datang sebagai bentuk apresiasi dan wujud syukur karena eksistensi santri telah diakui dengan telah ditetapkannya tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.
Editor: Kastolani Marzuki