Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hujan Deras Picu Longsor di Kulonprogo, 4 Rumah Rusak dan Sejumlah Jalan Tertutup
Advertisement . Scroll to see content

Gara-Gara Puntung Rokok, 20 Ha Hutan Rakyat di Kulonprogo Terbakar

Selasa, 28 Agustus 2018 - 19:35:00 WIB
Gara-Gara Puntung Rokok, 20 Ha Hutan Rakyat di Kulonprogo Terbakar
Warga dibantu tim pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang membakar puluhan hektare hutan rakyat di Kulonprogo, DIY, Selasa (28/8/2018). (Foto: iNews.id/Kuntadi)
Advertisement . Scroll to see content

KULONPROGO, iNews.id - Kebakaran hutan kembali terjadi di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (28/8/2018) sore. Api membakar hutan rakyat milik warga di Desa Banjarasri, Kecamatan Kalibawang, dengan luas mencapai lebih dari 20 hektare (ha). Hingga kini, api belum sepenuhnya bisa dipadamkam karena lokasi yang sulit dijangkau.

Tidak ada yang tahu pasti penyebab kebakaran hutan rakyat tersebut. Namun dari informasi di lapangan, titik api berasal dari hutan yang berada di tepi jalan. Kemungkinan api berasal dari puntung rokok yang dibuang warga ketika melintas. "Dari warga katanya titik api pertama justru di pinggir jalan di sekitar tanjakan di Dukuh Ngaren," kata Kepala Desa Banjarasri, Edi Rianto, Selasa (28/8/2018).

Lantaran musim kemarau api dalam sekejap langsung membakar puluhan hektare hutan rakyat. Sebab lokasi ini banyak tanaman yang meranggas sehinga daun yang sudah kering banyak berserakan di lokasi kebakaran. Tiupan angin yang kencang menjadikan api semakin meluas.

Begitu mendapatkan laporan dari warga, Edi langsung menuju ke lokasi. Saat itu api sudah merembet dan membakar lahan hingga lebih dari 500 meter. Lokasi hutan yang berada di perbukitan menyulitkan proses pemadaman. "Di Ngaren sudah lebih dari 2 hektare. Lokasinya sulit dijangkau berupa tanjakan di perbukitan," tandasnya.

Kebakaran hutan ini sudah dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo. Mobil pemadam kebakaran juga sudah dikerahkan ke lokasi, namun tetap sulit memadamkan api yang terus meluas. "Mobil pemadam tidak bisa menjangkau lokasi kebakaran. Terpaksa kita padamkan dengan cara manual dibantu relawan," ujar Edi.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut