Gandeng UGM dan UNY, Pembudi Daya Gurami di Bantul Kini Pakai Teknologi IoT dan Akuaponik
BANTUL, iNews.id – Kabar baik bagi sektor perikanan di Yogyakarta. Dua kampus besar, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Gadjah Mada (UGM), resmi berkolaborasi untuk menyulap budi daya gurami tradisional di Kabupaten Bantul menjadi berbasis teknologi canggih atau Smart Aquaculture.
Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini menyasar Kelompok Budidaya Ikan Mina Karya yang berlokasi di Dusun Kergan, Kalurahan Tirtomulyo, Kapanewon Kretek, Bantul. Melalui suntikan dana dari Program BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), para pembudidaya kini mulai mengadopsi teknologi Internet of Things (IoT) dan konsep green aquaculture.
Penerapan teknologi modern ini diharapkan mampu menyelesaikan masalah klasik pembudidaya gurami, seperti tingginya angka kematian ikan dan borosnya pakan.
Pakar Perikanan UGM, Dr Ega Adhi Wicaksono turun langsung mengawal pendampingan teknis mulai dari pengelolaan kualitas air hingga prinsip ramah lingkungan tersebut.
Tidak hanya dibekali teknologi di kolam, Kelompok Mina Karya juga mendapatkan pelatihan manajemen bisnis dari hulu ke hilir. Langkah ini sengaja diambil agar para pembudidaya bisa naik kelas secara ekonomi.
Para peternak gurami diajarkan cara melakukan pencatatan keuangan usaha yang rapi, mengolah hasil panen agar punya nilai jual lebih tinggi, hingga strategi pemasaran digital. Mereka kini mulai didampingi untuk memanfaatkan platform WhatsApp Business dan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar.
"Melalui kolaborasi ini, kami berupaya mentransformasikan hasil penelitian menjadi solusi yang aplikatif bagi kelompok pembudidaya. Penerapan IoT dan pemasaran digital diharapkan mampu meningkatkan daya saing serta kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," ujar Ketua Tim PkM, Dr Yuni Mariani Manik, Sabtu (11/7/2026).
Sinergi lintas kampus ini bukan sekadar program musiman, melainkan komitmen nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan penguatan ekonomi lokal.
Inovasi ini juga menjadi wujud konkret pencapaian sejumlah poin Sustainable Development Goals (SDGs), termasuk komitmen tanpa kelaparan dan ekosistem konsumsi-produksi yang bertanggung jawab.
Program pemberdayaan hasil kerja sama UNY, UGM, dan Pemerintah Kalurahan Tirtomulyo ini diharapkan bisa berjalan mandiri dan menjadi cetak biru (blueprint) desa perikanan modern di wilayah lain.
Editor: Kastolani Marzuki