Filosofi Motif Batik Kawung, Simbol Kekosongan Nafsu Duniawi Dahulu Hanya Dipakai Bangsawan
Awalnya, motif batik muncul dengan bentuk ukiran dinding yang ada di beberapa candi di pulau Jawa. Salah satunya, dapat dilihat pada ukiran motif kawung di candi Prambanan.
Zaman dahulu, hanya keluarga keraton yang menggunakan batik dengan motif ini. Batik berciri khusus keraton dan para bangsawan Jawa tersebut tidak boleh dipakai kalangan rakyat biasa.
Setelah kerajaan Mataram terbagi menjadi dua, yaitu Yogyakarta dan Surakarta, batik warisan kerajaan Mataram tersebut digunakan oleh semua orang. Motif batik kawung ini menjadi salah satu warisan budaya yang terkenal di Indonesia.
Motif batik kawung berbentuk bulatan mirip dengan buah kawung (sejenis aren atau kolang kaling) yang tersusun secara geometris. Bentuk geometrisnya bermakna penggambaran terjadinya kehidupan manusia.
Motif batik kawung kesucian, kesempurnaan dan kemurnian. Motif batik ini juga menyimbolkan kekosongan nafsu dan hasrat duniawi, sehingga menghasilkan pengendalian diri yang sempurna.