Dua Mahasiswa UIN Ini Ciptakan Aplikasi Penyuluhan Pertanian Digital
"Kondisi tersebut dapat mengancam ketahanan pangan masyarakat Indonesia. Sehingga harus ada solusi. Itulah dasar membuat aplikasi ini,” kata Imelda, Jumat (13/11/2020).
Muhamad Faqih Ulinuha menjelaskan aplikasi ini dibuat dengan mengintegrasikan beberapa sensor. Yaitu soil moisture (kelembaban tanah), DHT11 (suhu dan kelembaban udara), sensor pH, keran selonoid valve (keran air otomatis), kamera dan modul Wi-Fi (NodeMCU) pada tanaman hidroponik.
Sistem ini dapat digunakan sebagai sarana pemantauan dan juga pengendalian budidaya tanaman hidroponik secara jarak jauh tanpa harus pengguna berada di lahan hidroponik dengan bantuan teknologi internet of things (IoT). Sehingga dengan alat digital ini memudahkan siapa pun yang ingin bercocok tanam dengan sistem hidroponik.
“Kami berharap alat ini dapat menggugah minta generasi muda bertani, khususnya hidroponik dan meningkatkan produktivitas pertanian serta ketahanan pangan,” harapnya.
Editor: Ainun Najib