Diterima di UGM, Penyandang Low Vision Ini Miliki Prestasi dan Hafal Alquran 30 Juz
Agar matanya berfungsi maksimal, dia rutin periksa ke dokter spesialis mata. Sedangkan beraktivitas menggunakan kaca pembesar, teropong dan kaca mata silinder. Sejak SMP untuk membaca tulisan di papan tulis menggunakan teropong.
“Saya tidak pernah minder. Jangan jadikan keterbatasan menjadi jadi penghalang. Namun harus berpikiran positif dan yakin dari kekurangan pasti ada kelebihan,” kata Imam yang ingin kuliah pascasarjana di Turki.
Imam merupakan anak tunggal pasangan Yasril (62) dan Erlis Idris (59) yang tinggal di Padang Laweh, Batu Payuang, Lareh Sago Halaban, Lima Puluh Kota. Ayahnya sebagai karyawan swasta dan ibunya guru SMA. Imam merupakan anak ketujuh setelah ibunya enam kali mengalami keguguran.
“Setelah 11 tahun menunggu, akhirnya bisa memiliki anak,” katanya.
Sejak kecil, Imam sering mengikuti berbagai perlombaan. Awalnya dia tidak pernah menang, tetapi dari kegagalan itu dia terus belajar dan mencermati kegagalan. Kini Imam berhasil menghafalkan Alquran hingga 30 juz pada 18 Oktober 2019 lalu.
“Imam telah berhasil mendirikan tiga pondok tahfidz untuk penghafal Alquran di Payakumbuh dan satu pondok tahfidz di Pasaman Barat dengan 300 santri,” katanya.
Editor: Kuntadi Kuntadi