Dinilai Tak Halal, Imunisasi DPT di Yogyakarta Belum Capai 100 Persen
YOGYAKARTA, iNews.id - Pencapaian imunisasi DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus) di Kota Yogyakarta, DIY belum memenuhi target yang diharapkan. Dari data Dinas Kesehatan Yogyakarta, baru sekitar 90 persen anak-anak dan balita yang sudah mendapat imuniasi DPT. Dinas Kesehatan minta anak-anak diberikan imunisasi tambahan (vaksin booster).
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta, Endang Sri Rahayu mengungkapkan banyak alasan yang menjadikan pencapaian imunisasi DPT tidak bisa 100 persen.
"Ada sebagian masyarakat yang meragukan kehalalan vaksin, sering pindah tempat tinggal, hingga ada yang memilih imunisasi di luar negeri," kata Endang, Senin (18/12/2017).
Vaksin DPT, kata Endang, telah masuk program imunisasi nasional yang diberikan gratis pada bayi usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan. Setelah itu, vaksin booster pada anak usia 18 bulan dan kelas 1 SD. Adapun pencapaian vaksinasi booster baru mencapai sekitar 60 persen. “Kita imbau untuk melengkapi dengan vaksin booster tersebut untuk penguatan mengantisipasi penyakit difteri,” tuturnya.
Dinkes Kota Yogyakarta juga berusaha melakukan pendekatan persuasif terhadap bayi maupun anak yang belum diimunisasi secara lengkap. Menurut Endang, pada pelayanan kesehatan di wilayah sudah ada data bayi-bayi yang belum diimunisasi secara lengkap. Padahal jika ada anak yang tidak diimunisasi DPT rentan difteri dan berpotensi menularkan ke yang lain.