Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Manfaat Membaca Surat Al Mulk Sebelum Tidur, Gus Baha Ungkap Keutamaannya
Advertisement . Scroll to see content

Ceritakan Nabi Adam Ditipu Setan, Gus Baha : Cirinya Sopan dan Pura-pura Nangis

Selasa, 21 Juni 2022 - 08:45:00 WIB
Ceritakan Nabi Adam Ditipu Setan, Gus Baha : Cirinya Sopan dan Pura-pura Nangis
Gus Baha saat menjelaskan mengenai kisah penipuan pertama yang dilakukan setan dalam pengajian tafsir Alquran bersama TGB HM Zainul Majdi di UII Yogyakarta, Senin (20/6). (febri/MPI)
Advertisement . Scroll to see content
Gus Baha melanjutkan, kemudian Setan berkata kepada Nabi Adam segala kenikmatan yang ada di Surga. Kepada Adam disampaikan segala kenikmatan ini akan segera berakhir, karena pada akhirnya manusia akan mati.

“Nangis, akting begitu. Sampai akhirnya Nabi Adam bertanya, lalu solusinya bagaimana (supaya umur panjang),” ucapnya.

Dari sini kemudian, kata Gus Baha, setan menawarkan mengenai buah istimewa yang disebut khuldi. Bila makan buah itu, maka akan menjadi abadi. Sementara Nabi Adam sendiri ragu, karena itu adalah buah yang dilarang untuk dikonsumsi di Surga.

“Terus setan menjawab, Demi Allah saya tahu info terbaru, bahwa sekarang (makan) khuldi ini tidak apa-apa,” bebernya.

Akhirnya Adam, tambah Gus Baha, memakan buah yang dilarang tersebut. Kemudian oleh Allah dipanggil Adam dan ditanya alasan memakan buah larangan. Jawaban Adam, demi kehormatan Allah ketika disebut oleh Setan, maka ia langsung percaya.

“Nabi Adam sebut yakin Setan tak berani mencatut nama Allah dan ternyata bohong,” urainya.

Secara prosedur, tambahnya, Nabi Adam diusir dari Surga namun diberikan bekal oleh Allah. Berbeda dengan setan yang tak diberikan bekal.

“Setan akting pura-pura nangis, penipu ulung. Kalau penipu itu harus sopan harus nangis, karena jalur penipuan awal dari Setan ya begitu, sopan dan pura-pura nangis,” ujarnya tertawa.

“Cara paling ampuh ya itu (sopan dan nangis),” tambahnya.

Pengajian Gus Baha dengan ulasan berbagai masalah di tengah masyarakat, dipaparkan dengan sederhana. Selain mengisahkan Nabi Adam, dalam pengajian ini Gus Baha juga mengupas mengenai kisah Nabi Musa. Di UII Yogyakarta, Gus Baha merupakan penasihat Pusat Studi Tafsir Quran dan Hadis.(*)

Editor: Febrian Putra

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut