Cerita Donan Ikut Ekspedisi NKRI Kopassus, Temukan Spesies Baru Kadal Buta di Pulau Buton
Kadal buta ini memiliki ciri khas yang membedakannya dari jenis Dibamus lain. Perbedaan utama terlihat pada bagian kepala, seperti ketiadaan sutura (garis) di rostral serta susunan sisik yang berbeda.
“Sisik bagian frontalnya lebih besar dari frontonasal, sisik interparietal lebih kecil, sisik nuchal 4-6 buah, sisik postocular dua buah, sisik supralabial satu buah, dan masih ada lagi perbedaan lain di badan serta ekornya,” katanya.
Meski menjadi temuan penting, keberadaan Dibamus oetamai sangat terbatas. Spesies ini hanya ditemukan di hutan lindung Kakenauwe dan Lambusango, Pulau Buton, pada ketinggian di bawah 400 mdpl. Satwa ini hidup di hutan hujan musiman dengan serasah tebal.
“Jadi kemungkinan besar kelestarian spesies ini terancam di masa depan karena hidupnya sangat bergantung pada keberadaan hutan,” ujar Donan.
Donan menegaskan, temuan ini membuktikan masih banyak spesies baru di kawasan hutan Indonesia. Dia berharap pemerintah menjaga kawasan hutan dan tidak membuka lahan secara sembarangan.
“Jika memungkinkan, saya ingin memberikan masukan kepada Pemerintah untuk tidak membuka hutan atau mengubah hutan sebagai tempat aktivitas manusia, karena masih banyak spesies baru di dalam area berhutan, terutama di pulau-pulau seperti Pulau Buton,” ucapnya.
Editor: Donald Karouw