Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Info Loker Jogja Terbaru 2026: Peluang Terbuka di Sektor Jasa, Gaji Sesuai UMK
Advertisement . Scroll to see content

Cegah Omicron, Pemkot Jogja Gencarkan Tracing dan Edukasi Prokes

Rabu, 12 Januari 2022 - 20:39:00 WIB
 Cegah Omicron, Pemkot Jogja Gencarkan Tracing dan Edukasi Prokes
Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi. (Foto: Antara/Eka AR)
Advertisement . Scroll to see content

YOGYAKARTA, iNews.id - Pemkot Yogyakarta terus menggencarkan tracing kontak erat dari setiap kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Tak hanya itu, pemkot juga gencar memberikan edukasi tentang ke masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan untuk mengantisipasi penularan varian Omicron.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan dari setiap kasus yang muncul, maka tracing kontak erat diperbanyak. 

"Kami ingin mengetahui secara tepat apakah terjadi penularan cepat atau tidak sebagai salah satu ciri varian Omicron,” katanya di Yogyakarta, Rabu (12/12022).

Sejak varian Omicron dideteksi muncul di beberapa kota di Indonesia, lanjut Heroe, Kota Yogyakarta juga melakukan uji laboratorium whole genome sequencing (WGS) di Universitas Gajah Mada (UGM).

Hingga saat ini sudah ada tujuh sampel yang dikirim untuk diteliti di laboratorium yang berasal dari penularan di dalam keluarga sebanyak enam sampel dan sisanya adalah kasus terkait perjalanan luar daerah.

Namun demikian, hingga saat ini belum ada hasil dari uji WGS tersebut. “Dibutuhkan waktu dua pekan sampai keluar hasilnya,” katanya.

Selain menjangkau sebanyak-banyaknya kontak erat dari tiap kasus terkonfirmasi positif, juga dilakukan edukasi ke masyarakat agar tetap menjalankan protokol kesehatan.

“Masyarakat harus memahami jika virus masih ada dan saat ini ada varian baru yang disebut Omicron yang memiliki tingkat penularan yang lebih cepat meskipun dari hasil studi menyebutkan jika tingkat keparahan penyakit lebih rendah dibanding varian Delta,” katanya.

Oleh karenanya, lanjut Heroe, satu-satunya cara untuk menangkal penularan adalah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam berbagai aktivitas sehari-hari.

“Jika ingin mengakhiri pandemi, maka tidak boleh membuka peluang sedikitpun untuk terjadinya sebaran. Jika masih ada toleransi, maka pandemi tidak akan berakhir,” katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut