Selain itu, Juahe juga mengatakan masih memiliki penggilingan dengan mitra kerja yang siap untuk memenuhi kebutuhan beras yang diperlukan di Yogyakarta. Bulog juga akan memaksimalkan Satker, untuk menangani kelangkaan produk dengan Rumah Pangan Kita (RPK).
Di samping itu, kini Bulog tengah mengembangkan beras merah dan beras mentik wangi dalam kemasan satu kilogram. Selain itu, pihaknya juga akan membangun e-commerce mulai di Gudang Purwomartani.
“Bulan Januari nanti kami akan meluncurkan program e-commerce,” katanya.
Sementara untuk melakukan operasi pasar selama 2019, Bulog sudah menyalurkan sebanyak 17.190 ton. Setiap hari, Bulog juga melakukan operasi pasar di pasar-pasar maupun di tempat pemukiman yang memerlukan.
“Namun memang semua pedagang tidak memanfaatkan operasi pasar ini,” katanya.
Operasi pasar juga dilakukan di desa rawan pangan seperti di Kecamatan Prambanan, Bantul dan beberapa desa di Gunungkidul. “Untuk Gunungkidul mau diaktifkan kembali karena posisinya sekarang ini banyak yang mengalami kekeringan,” katanya.
Editor: Umaya Khusniah