Bukit Tergerus Longsor, Rumah Warga di Kulonprogo Bakalan Terdampak
Sejak musim penghujan ini, kata dia, sudah ada lima kali kejadian tanah longsor. Di mana musibah tersebut menyebabkan ambrolnya talud di empat kecamatan tersebut.
"Semoga tidak ada korban jiwa, semuanya belum ada yang sampai mengenai rumah penduduk," sambungnya.
BPBD Kulonprogo meminta masyarakat untuk lebih waspada. Perubahan cuaca mendadak dari panas menjadi hujan deras, kata Suhardiyana, menjadikan tanah lebih labil. Tanda-tanda potensi tanah longsor seperti retakan tanah, munculnya mata air baru, dan genangan air.
Kepala BPBD Kulonprogo, Ariadi mengatakan, pihaknya sudah melakukan sejumlah upaya untuk mengantisipasi potensi bencana alam tersebut.
Bahkan mereka telah menyiapkan penanganan dengan melakukan penguatan koordinasi dengan para relawan. Tujuannya untuk memantapkan konsep penanggulangan bencana.
"Sudah ada puluhan kelompok relawan yang memiliki kemampuan penyelamatan dan pertolongan pertama gawat darurat," kata Ariadi.
Editor: Andi Mohammad Ikhbal