BMKG Keluarkan Rekomendasi Cuaca Ekstrem 5 Kabupaten/Kota di DIY
JAKARTA, iNews.id – Masyarakat di lima kabupaten dan kota Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diminta mewaspadai anomali cuaca dalam dua hari ke depan atau hingga Rabu (20/3/2019). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan rekomendasi potensi cuaca ekstrem dalam rentang waktu tersebut.
Sejumlah wilayah yang teridentifikasi berpotensi cuaca ekstrem yakni di Kabupaten Kulonprogo (Girimulyo, Nanggulan, Samigaluh, Kalibawang), Sleman (Turi, Pakem, Cangkringan, Tempel, Sleman, Ngaglik, Ngemplak, Minggir, Seyegan, Godean, Mlati, Gamping, Depok, Kalasan, Berbah, Prambanan), Bantul (Sedayu, Kasihan, Sewon, Pajangan, Bantul, Pleret, Piyungan, Jetis, Imogiri, Dlingo), Kabupaten Gunungkidul (Gedangsari, Ngawen, Nglipar, Patuk, Paliyan, Wonosari, Karangmojo, Semin, Ponjong) dan Kota Yogyakarta.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, kondisi fenomena alam ini akibat peningkatan aliran udara basah dari Asia menuju wilayah Jawa. Selain itu juga faktor siklon tropis Savannah, yang berdampak pada ketersediaan uap air melimpah dalam pembentukan awan hujan di wilayah Jawa.
"Sehubungan dengan potensi cuaca ekstrem tersebut, BMKG telah mengeluarkan imbauan waspada kepada warga Yogyakarta. Potensi ancaman bahaya akibat cuaca ekstrem yakni banjir dan longsor. Di samping itu, angin kencang dapat berpotensi merobohkan pohon maupun baliho, serta ancaman hujan disertai petir,” ujar Sutopo, Senin (18/3/2019).
Diketahui, sehari sebelumnya, Minggu (17/3/2019), beberapa wilayah DIY mengalami banjir dan longsor. Seperti di Kulonprogo, banjir dan genangan air terjadi di empat kecamatan, yakni Panjatan, Wates, Sentolo dan Temon. Selain itu juga longsor di Kecamatan Kokap dan Girimulyo yang menyebabkan 580 warga mengungsi di 6 titik pos penampungan.