Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mendikdasmen Pastikan Anak di Pulau Terpencil Papua Wajib Dapat Pendidikan Layak
Advertisement . Scroll to see content

Biografi Ki Hajar Dewantara, Keturunan Bangsawan Pelopor Pendidikan di Indonesia

Selasa, 11 Oktober 2022 - 16:53:00 WIB
 Biografi Ki Hajar Dewantara, Keturunan Bangsawan Pelopor Pendidikan di Indonesia
Ki Hajar Dewantara merupakan Bapak Pendidikan Indonesia. (Foto Balai Pustaka).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.idBiografiKi Hajar Dewantara perlu diketahui sebagai pelopor pendidikan di Indonesia. Ki Hajar Dewantara pun didapuk sebagai Bapak Pendidikan Indonesia.

Ki Hajar Dewantara dikenal sebagai seseorang yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Lahir dari keturunan bangsawan tidak membuatnya gila harta dan jabatan. Dia justru lantang menyuarakan kritik terhadap pemerintah Hindia Belanda.

Seperti apa Ki Hajar Dewantara dalam mempelopori pendidikan di Indonesia? Simak biografi lengkapnya berikut ini.

Biografi Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara lahir di Yogyakarta, 2 Mei 1889. Nama lahirnya adalah Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. Dia termasuk keturunan bangsawan Pakualaman. Ayahnya adalah GPH Soerjaningrat dan kakeknya adalah Sri Paku Alam III.

Melansir dari ditsmp.kemdikbud.go.id, nama Ki Hajar Dewantara disematkan pada 3 Februari 1928. Bila ditelaah satu persatu, Hadjar artinya pendidik, Dewan artinya utusan, dan Tara artinya tak tertandingi. Nama ini bermakna Bapak Pendidik Utusan Rakyat yang Tak Tertandingi Menghadapi Kolonialisme.

Ki Hajar Dewantara bersekolah di Europeesche Lagere School (ELS). Setelah itu dia sempat menimba ilmu di School tot Opleiding 10 voor Inlandsche Artsen (STOVIA) atau sering disebut Sekolah Dokter Jawa. Kondisi kesehatan memaksanya berhenti dari STOVIA dan tidak melanjutkan sampai tamat.

Namun, ada kecurigaan beasiswanya dicabut karena sikap tidak senang pemerintah Hindia-Belanda. Ki Hajar Dewantara sempat menulis kritikan untuk pemerintah Hinda-Belanda yang berpotensi memicu pemberontakan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut