Berikan Fasilitasi Produksi, Kementerian Perindustrian Dorong Pertumbuhan Industri Batik
Pemenang ketiga, Agung Setiawan dengan nama usaha Woodeco Indonesia dengan produk inovasi wooden jewelry box dan wooden ring box dari limbah kayu industri furniture. Sementara pemenang keempat, Annisa Septipanindya Sari dengan nama usaha Artsy Craft dengan inovasi produk mahar dari produk bunga kering.
Pemenang kelima, Dian Kartini memiliki nama usaha Toja Indonesia dengan inovasi produk penerapan ragam hias nusantara pada produk rajut. “Kelima pemenang akan dibina sebagai tenant inkubator bisnis Innovating Jogja di Balai Besar Kerajinan dan Batik,” katanya.
Pemenang juga akan mendapatkan pendampingan manajemen mutu produk dari BBKB, pendampingan bisnis dari BHMTC, dan fasilitas bahan produksi sebesar Rp20 juta dari Puslitabang Industri Agro-Kementerian Perindustrian.
“Karena pandemi Covid-19, semua seleksi awal sampai bootcamp dilakukan secra online,” kata Kepala BBKB, Titik Purwati Widowati.
Hasil dari Litbang BBKB telah dimanfaatkan oleh para pelaku industri batik. Seperti Teknik Batik Latar Ringkel ataupun Teknologi Aplikasi Nanopartikel ZnO untuk Produk Batik Antibakteri. Pendampingan yang dilakukan juga mampu menjadikan pelaku industri batik bertahan dalam masa pandemi Covid-19.
“Kegiatan Innovating Jogja diharapkan mampu mendorong, mengawal dan menfasilitasi ide dan inovasi yang baru agar mampu tumbuh menjadi industri baru,” katanya.
Editor: Kuntadi Kuntadi