Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jadwal Imsak Jogja Hari Ini Kamis 19 Maret 2026, Lengkap Doa Sahur
Advertisement . Scroll to see content

Bejat, Guru SD di Jogja Diduga Cabuli Belasan Siswa Laki-Laki dan Perempuan, Korban Diancam Pisau

Senin, 08 Januari 2024 - 13:30:00 WIB
Bejat, Guru SD di Jogja Diduga Cabuli Belasan Siswa Laki-Laki dan Perempuan, Korban Diancam Pisau
Bejat, Guru SD di Jogja Diduga Cabuli Belasan Siswa Laki-Laki dan Perempuan, Korban Diancam Pisau (Foto: Ilustrasi)
Advertisement . Scroll to see content

JOGJA, iNews.id - Guru sekolah dasar (SD) di Yogyakarta berinisial NB (22) diduga mencabuli belasan siswanya. Pelaku kerap mengancam dengan meletakkan pisau di leher korbannya.

Dari informasi yang diterima, pelaku NB mengampu mata pelajaran konten kreator. Kuasa Hukum Kepala Sekolah SD tersebut, Elna Febi Astuti menuturkan setidaknya ada 15 siswa yang sementara menjadi korban pelecehan. 

"Itu murid laki-laki dan perempuan," tuturnya usai mendampingi kepala sekolah membuat laporan di Kapolresta Kota Yogyakarta, Senin (8/1/2024). 

Elna menyebut peristiwa pelecehan seksual tersebut dimulai sejak bulan Agustus hingga Oktober 2023 lalu. Kemudian siswa melaporkannya ke guru kelas dan dilanjutkan kepada kepala sekolah hingga akhirnya dirapatkan pihak sekolah. 

Dalam rapat tersebut kepala sekolah menginginkan agar kasus tersebut diselesaikan melalui jalur hukum. Namun dinamika terjadi di internal yayasan di mana sekolah tersebut bernaung. Sehingga pelaporan baru dilaksanakan hari Senin (8/1/2024) ini. 

"Itu rapat sejak bulan November namun karena ada dinamika internal maka baru kita laporkan hari ini," ujarnya, 

Pelecehan tersebut terjadi saat jam pelajaran ada sejumlah siswa yang dipegang pahanya di bawah ancaman senjata tajam yang ditempelkan di leher siswa tersebut. Aksi tersebut sengaja dipertontonkan kepada siswa lain agar mereka bersedia diperlakukan hal yang sama. 

Tak hanya itu, siswa juga diarahkan untuk menonton video dewasa dan kemudian diberi tutorial bagaimana memesan open BO di sebuah aplikasi. Kondisi ini tentu membuat psikologis siswa menjadi terganggu bahkan juga terintimidasi. 

"Kemudian para siswa menuangkan keluhannya dalam sebuah tulisan dan diserahkan kepada guru kelas mereka," katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut