Begini Dilema Belajar Online dan Realita Pendidikan di Pinggiran Gunungkidul
Salah satu orang tua siswa, Sri Maryanti mengatakan, semenjak penerapan belajar dari rumah dirinya harus menyediakan waktu ekstra untuk mengawasi anaknya yang belajar. Bahkan pekerjaan rumah menjadi terbengkalai, karena waktunya habis.
“Tidak hanya boros untuk beli kuota, pekerjaan rumah juga tidak bisa dikerjakan,” kata Sri Maryanti.
Di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 8 Semanu, para siswa dipinjami alat komunikasi berupa handy talkie (HT). Guru akan memberikan materi lewat alat ini, dan diakses siswa secara langsung.
“Jangkauan HT ini lebih luas, dan lebih murah untuk kegiatan belajar siswa daripada dengan internet,” kata Kepala MIN 8 Semanu Laily Fauziah.
Kepala Disdikpora Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rosyid mengatakan penerapan belajar dari rumah diserahkan sesuai kebijakan sekolah. Jika dirasa sekolah masuk dalam zona hijau, dapat mencoba untuk menggelar tatap muka meski harus sesuai dengan anjuran dari pemerintah.
Editor: Kuntadi Kuntadi