Bantu Petani, ASN Bantul Borong 3 Ton Bawang Merah
“Ada yang beli langsung tetapi ada juga yang dikoordinir per kantor,” kata petani asal Dusun Soge, Desa Srigading Kecamatan Sanden ini.
Dia menjelaskan, saat ini harga bawang di pasaran sudah mulai merangkak naik. Jika sebelumnya pada awal bulan lalu harganya Rp5.000 per kilogram, kini sudah mencapai Rp8.000 per kilogram.
Kenaikan ini tidak lepas banyaknya pedagang yang datang dan memburu bawang merah petani.
Menurutnya, jatuhnya harga di kalangan petani ini terjadi ketika masa panen raya. Selama ini ada empat kecamatan yakni, Sanden, Kretek, Imogiri dan Srandakan yang menjadi sentra bawang merah di Bantul.
Kondisi ini menjadikan petani merugi. Karena untuk BEP (break event point) harga jual minimal Rp8.000. “Hasil produksi sangat bagus. Satu hektar bisa 13 ton,” ujarnya.
Bupati Bantul, Suharsono mengatakan, pemkab ke depan akan berupaya untuk membeli bawang merah petani saat harga di pasaran jatuh. Langkah ini akan dilakukan sama seperti program beras asli bantul yang mewajibkan ASN membeli beras dari petani, untuk menjaga harga.
“Saya sudah meminta kepada Dinas Pertanian Pangan Keluatan dan Perikanan (DPKP) untuk membeli saat harga jatuh dan ditampug di gudang yang ada di KUD,” katanya.
Editor: Kastolani Marzuki