Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Candaan Berujung Maut, Mahasiswa Tewas Ditembak Petani di Sumba Barat Daya NTT
Advertisement . Scroll to see content

Bantu Petani, ASN Bantul Borong 3 Ton Bawang Merah

Selasa, 17 September 2019 - 02:32:00 WIB
Bantu Petani, ASN Bantul Borong 3 Ton Bawang Merah
Bupati Bantul Suharsono (dua kiri) ikut memborong bawang merah dari petani di kompleks Pemkab bantul, Senin (16/9/2019). (Foto: iNews.id/Kuntadi)
Advertisement . Scroll to see content

“Ada yang beli langsung tetapi ada juga yang dikoordinir per kantor,” kata petani asal Dusun Soge, Desa Srigading Kecamatan Sanden ini.

Dia menjelaskan, saat ini harga bawang di pasaran sudah mulai merangkak naik. Jika sebelumnya pada awal bulan lalu harganya Rp5.000 per kilogram, kini sudah mencapai Rp8.000 per kilogram.

Kenaikan ini tidak lepas banyaknya pedagang yang datang dan memburu bawang merah petani.

Menurutnya, jatuhnya harga di kalangan petani ini terjadi ketika masa panen raya. Selama ini ada empat kecamatan yakni, Sanden, Kretek, Imogiri dan Srandakan yang menjadi sentra bawang merah di Bantul.

Kondisi ini menjadikan petani merugi. Karena untuk BEP (break event point) harga jual minimal Rp8.000. “Hasil produksi sangat bagus. Satu hektar bisa 13 ton,” ujarnya.  

Bupati Bantul, Suharsono mengatakan, pemkab ke depan akan berupaya untuk membeli bawang merah petani saat harga di pasaran jatuh.  Langkah ini akan dilakukan sama seperti program beras asli bantul yang mewajibkan ASN membeli beras dari petani, untuk menjaga harga.   

“Saya sudah meminta kepada Dinas Pertanian Pangan Keluatan dan Perikanan (DPKP) untuk membeli saat harga jatuh dan ditampug di gudang yang ada di KUD,” katanya.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut