Bandara NYIA Diharapkan Mampu Optimalkan Ekspor DIY
"Ekspor ini harus melihat kondisi infrastruktur, pembiayaan hingga kredit. Di sinilah perbankan bisa sharing, agar ekspor lewat bandara baru meningkat," kata dia.
General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Agus Pandu Purnama mengatakan, bandara yang ada sekarang ini hanya memiliki runway 2.200 meter.
Artinya, cuma pesawat kecil yang bisa mendarat dengan rute penerbangan internasional ke Malaysia dan Singapura. Kondisi ini menjadikan banyak maskapai memilih pesawat penumpang daripada cargo. Terbukti nilai cargo hanya sekitar 30-50 ton per hari.
Namun, untuk pertumbuhan penumpang di Bandara Adisucipto, kata dia, meningkat 10 persen setiap tahunnya. Kemudian di Bandara NYIA diprediksi bisa lebih besar memuat kapasitas penumpang, dan siap untuk menjadi landasan pesawat cargo.
"Kita akan buat cargo village untuk memudahkan ekspor barang-barang," kata Agus.