Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Demo di Surabaya Bakar Patung Baal, Protes Serangan AS-Israel ke Iran
Advertisement . Scroll to see content

Amerika Serikat Masukkan Sejumlah Konglomerat Militer Myanmar ke Daftar Hitam

Jumat, 05 Maret 2021 - 19:50:00 WIB
 Amerika Serikat Masukkan Sejumlah Konglomerat Militer Myanmar ke Daftar Hitam
Militer Myanmar bertindak keras terhadap demonstran penentang kudeta. Sebanyak 38 orang dilaporkan tewas. (Foto : Reuters))
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON DC, iNews.id – Kudeta militer di Myanmar mendapat tentangan dari berbagai negara, Amerika Serikat (AS) salah satunya. Negara adidaya itu pada Kamis (4/3/2021) mengumumkan sanksi baru untuk menghukum militer Myanmar atas kudeta 1 Februari. 

Pemerintah Negeri Paman Sam kini juga menambahkan Kementerian Pertahanan Myanmar dan Kementerian Dalam Negeri Myanmar dalam daftar entitas yang dikenakan sanksi itu.

Tak hanya itu, Amerika juga memasukkan para konglomerat militer teratas di negara Asia Tenggara itu ke daftar hitam perdagangan.

Washington DC juga telah membebankan Myanmar pada pembatasan kontrol ekspor, yang mengharuskan para pemasok di Myanmar mencari lisensi AS—yang sulit diperoleh—untuk mengirimkan barang-barang tertentu.

“Kami tidak akan mengizinkan militer Burma untuk terus mendapatkan keuntungan dari akses ke barang-barang yang tunduk pada Regulasi Administrasi Ekspor AS,” kata Departemen Perdagangan AS dalam sebuah pernyataan. 

Institusi itu menyatakan sedang meninjau tindakan potensial lebih lanjut untuk menghukum militer Myanmar.

Tindakan itu dilakukan sebagai tanggapan atas meningkatnya kekerasan aparat di Myanmar terhadap warga sipil. Tentara dan polisi Myanmar makin beringas menumpas gerakan massa yang turun ke jalan memprotes kudeta.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut