Saat ini penerbangan di YIA baru melayani dua maskapai. Citilink dengan rute YIA-Cengkareng. Kemudian Batik Air dari Cengkareng-YIA (PP), serta YIA-Palangkaraya dan Samarinda. Dalam waktu dekat batik juga akan membuka rute penerbangan ke Denpasar Bali.
“Kami kemarin sudah bertemu dengan Garuda. Saat ekstra flight animonya bagus dan mereka juga akan beroperasi. Lion juga akan membuka rute baru,” kata Agus.
Bandara YIA juga memiliki kapasitas cargo yang luas. Untuk domestik mencapai 300 ton dan internasioanal 200 ton. Setidaknya sudah ada tiga maskapai yang siap secara personel maupun fasilitas pendukung.
“Ketika nanti pindah, Adisutjipto akan digunakan untuk charter flight atau jet pribadi dan propiler seperti ATR,” ujarnya.
Project Manager Pembangunan bandara YIA PT Angkasa Pura I Tauchid Hadi Purnomo mengatakan, saat ini progress pembangunannya sudah 60 persen. Pekerjaan baru dimulai pada pekan ini, setelah sempat diliburkan pada lebaran silam.
“Sekarang fokus kami untuk menyelesaikan pembangunan terminal dan fly over. Kalau airside kan sudah 100 persen,” tuturnya.
Editor: Donald Karouw