Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas 2 Km ke Arah Barat Daya
Advertisement . Scroll to see content

Ada Rekahan Magma Merapi, BPPTKG: Dekat Permukaan dan Menunggu Kubah Baru

Minggu, 29 November 2020 - 15:56:00 WIB
Ada Rekahan Magma Merapi, BPPTKG: Dekat Permukaan dan Menunggu Kubah Baru
Asap Sulfatara terlihat membumbung tinggi dari puncak Gunung Merapi, Jumat (27/11/2020). (Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

“Apapun alasannya termasuk untuk mitigasi pun tidak boleh karena kondisi saat ini masih sangat berbahaya,” kata Agus.

Saat ini sudah ada kemajuan teknologi baik menggunakan satelit ataupun drone untuk memantau kondisi terkini di puncak Merapi. Kerusakan peralatan di sana tidak menjadikan masalah, karena pantauan masih bisa dilakukan. Justru adanya relawan di Merapi yang naik ke atas pada 27 November lalu sangat membahayakan.

“Metode visual sudah cukup memadai, tidak perlu misi ke puncak yang sangat berbahaya. Kejadian kemarin, ada teman kita yang mendaki ke puncak, itu tidak bisa dibenarkan karena dapat membahayakan diri sendiri,” katanya.

Sebelumya, akun Instagram @laharbara menunjukkan video puncak Merapi dan terjadi guguran. Diapun mengajak warganet merasakan getaran ketika dirinya berada 50 meter dari lokasi guguran. Tidak hanya itu pengunggah juga menjelaskan kondisi kawah dengan jarak sekitar 75 meter di bawah dan kondisi puncak lava 1954 yang longsor menuju kawah.

Editor: Kuntadi Kuntadi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut