Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hujan Deras Picu Longsor Bukit Clongop, Jalur Penghubung Jateng–DIY Ditutup
Advertisement . Scroll to see content

Ada 22 Kasus dan 4 Meninggal, Dinas Kesehatan Gunungkidul: Waspadai Leptospirosis

Senin, 20 Juni 2022 - 18:04:00 WIB
Ada 22 Kasus dan 4 Meninggal, Dinas Kesehatan Gunungkidul: Waspadai Leptospirosis
Dinas Kesehatan Gunungkidul mencatat sudah ada 22 kasus leptospirosis dan 4 penderita meninggal. (foto: istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

GUNUNGKIDUL, iNews.id - Dinas Kesehatan Gunungkidul mengimbau warganya mewaspadai penyakit leptospirosis. Setidaknya sudah ada 22 kasus dan empat orang di antaranya meninggal dunia. 

“Waspadai leptospirosis pada musim kemarau basah seperti ini karena kerap kasusnya naik,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty, Senin (20/6/2022). 
 
Penyakit yang disebabkan kencing tikus ini kerap menyerang petani, karena penularannya melalui media air. Sementara petani banyak yang tidak menggunakan pelindung kaki. Ketika ada luka, maka penyakit ini akan dengan mudah menular. 

Data kasus leptospirosis di Gunungkidul mengalami fluktuatif. Pada 2018 ditemukan 16 kasus, 2019 sembilan kasus, 2020 enam kasus, dan 2021 sebanyak 17 kasus.

"Pada tahun ini ada tren kenaikan dan jumlah kasusnya masih bisa bertambah,” katanya.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Rismiyadi mengatakan, belum menerima data dari Dinas Kesehatan terkait korban leptospirosis yang didominasi oleh petani. Menurut dia, untuk mengetahui pasti penularan dibutuhkan kajian karena di berbagai tempat bisa menjadi sumber penyebaran penyakit.

“Bisa saja di pasar, di rumah, sawah atau tempat lain. Rasanya, masih butuh pendalaman,” katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut