“Semua ternak baik di zona merah dan zona kuning kami beri vaksin dan sudah dimulai sejak Selasa 25/6/2019) lalu," katanya.
Saat ini, DPP Gunungkidul mendapatkan kuota 5.000 dosis vaksin antraks dari Kementerian Pertanian. Dengan 5.000 dosis, petugas dapat memberi vaksin kepada 10.000 hewan ternak. "Karena satu dosis vaksin bisa untuk dua hewan ternak dan untuk melakukan vaksinasi itu kami telah melibatkan 91 petugas," ujar Bambang.
Kepala Seksi Kesehatan Veteriner DPP Gunungkidul, Retno Widiastuti mengatakan, sebelum pemberian vaksin antraks, ribuan ternak terlebih dahulu diberikan suntikan antibiotik. Pemberian suntikan ini untuk memastikan kondisi ternak sehat sehingga saat divaksin tidak terkena efek samping.
“Kalau ternak tidak sehat divaksin, maka hewan ternak bisa mati. Jadi, sebelum vaksin diberikan, kami sudah menyosialisasikan tentang efek samping vaksin ke masyarakat," katanya.
Editor: Kastolani Marzuki