5 Fakta Mbah Benu yang Viral Tetapkan Lebaran 5 April, Nomor 3 Pernah Kuliah di FK UGM
JAKARTA, iNews.id - Fakta-fakta KH Raden Ibnu Hajar Shaleh Pranolo atau Mbah Benu, pemimpin jemaah Aolia di Kabupaten Gunungkidul, DIY. Sosoknya menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial dengan pernyataannya 'menelepon Allah SWT' untuk menentukan 1 Syawal 1445 H yang menjadi pertanda Hari Raya Idul Fitri 2024 jatuh pada tanggal 5 April.
Lalu siapakan Mbah Benu, tokoh yang menjadi Mursyid atau guru jemaah Aolia? Berikut ini beberapa rangkuman iNews tentang Mbah Benu dan jemaaahnya.
Berdasarkan laporan yang termuat dalam situs 123dok, Mbah Benu merupakan keturunan berdarah biru dari Purworejo. Dia kiai independen yang kharismatik dan tidak melibatkan diri dalam partai politik.
Mbah Benu lahir di Pekalongan pada Sabtu Pon 28 Desember 1942. Dia besar di Solotiang, Maron, Purworejo. Ayahnya sekaligus merupakan guru ngajinya yakni KH Sholeh bin KH Abdul Ghani bin Kiai Yunus.
Nama akhir Mbah Benu yakni Pranolo dinisbatkan pada nama kakek-kakeknya yaitu Raden Gagak Pranolo III, Raden Gagak Pranolo II dan Raden Gagak Pranolo I yang dimakamkan di Makam Gede daerah Cangkrep Purworejo.