Dari hasil pemeriksaan, tidak ada bekas luka akibat tindak kekerasan di tubuh kedua jenazah. Polisi dan Tim SAR menduga keduanya wisatawan yang sedang mandi di pantai dan terseret ombak ke tengah laut hingga tewas tenggelam.
Mayat pertama mengenakan kaos hitam bertuliskan Onthel Jogja dan celana hitam. Di tangan kirinya ada tato bertuliskan 24-94. Sedangkan jenazah kedua mengenakan kaos hitam bertuliskan Supreme dan celana hitam. Mayat ini juga memiliki tato di bagian punggung.
Karena tidak menemukan identitas pada kedua jenazah, polisi akhirnya membawa kedua jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Yogyakarta. “Bagi warga yang merasa kehilangan keluarganya bisa menghubungi Rumah Sakit Bhayangkara Yogyakarta,” kata Muhamad Arief Nugraha.
Tim SAR Pantai Parangtritis juga mengimbau agar wisatawan yang berwisata di pantai hendaknya lebih berhati-hati. Hindari kawasan berbahaya yang tidak mendapat pengawasan dari Tim SAR.
Editor: Maria Christina