2 Kali Meletus dan Diguncang Gempa Tremor, Status Merapi Masih Waspada
YOGYAKARTA, iNews.id - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan dan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta terus memantau aktivitas Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah.
Pemantauan intensif dilakukan setelah gunung teraktif itu hari ini dua kali meletus secara freatik. Letusan pertama terjadi pada pukul 03.32 WIB dan letusan kedua pada pukul 14.45 WIB.
Pada letusan pertama, berdasarkan rekaman seismik dari Pos Pengamatan Gunung Merapi di Jrakah dan Kaliurang, Sleman, letusan ini memiliki durasi 4 menit dan amplitudo maksimum 55 mm. Secara visual terlihat tinggi kolom letusan 2.000 meter mengarah ke barat daya.
Dampak dari letusan ini telah mengakibatkan terjadinya hujan abu di wilayah Kabupaten Magelang terutama di wilayah kawasan rawan bencana (KRB) II dan III meliputi Desa Keningar, Sumber, Dukun, Kalibening. Jangkauan abu vulkanik bahkan mencapai 25 kilometer sampai ke kawasan Candi Borobudur.
Sedangkan pada letusan kedua terjadi pada pukul 13.49 WIB. Rekaman seismik mencatat amplitudo maksimum letusan 70 mm dengan durasi 2 menit. Suara gemuruh terdengar dari Pos Pengamatan Gunung Merapai (PGM) Babadan.