Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hujan Deras Picu Longsor Bukit Clongop, Jalur Penghubung Jateng–DIY Ditutup
Advertisement . Scroll to see content

10 Warga Gunungkidul yang Kena Antraks Awalnya Konsumsi Daging Sapi Mati Mendadak

Sabtu, 29 Januari 2022 - 10:39:00 WIB
10 Warga Gunungkidul yang Kena Antraks Awalnya Konsumsi Daging Sapi Mati Mendadak
Petugas Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul mengubur bangkai sapi antisipasi kasus antraks beberapa waktu silam. (Foto ilustrasi: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

GUNUNGKIDUL, iNews.id - Sebanyak 10 warga Desa Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul diduga terpapar antraks. Mereka sebelumnya nekat mengonsumsi daging sapi yang mati mendadak.

Kepala Desa Hargomulyo, Sumaryanta mengatakan kronologis dugaan kasus antraks ini bermula adanya sapi milik salah seorang warga yang mati secara mendadak pada Kamis (19/1/2022). Sebanyak 65 warga kemudian iuran masing-masing Rp100.000 untuk kemudian diberikan diserahkan kepada pemilik sapi, sebagai ganti rugi.

Selanjutnya, daging sapi tersebut dibagikan kepada warga yang ikut iuran. Ada 30 warga yang telah mengkonsumsi daging sapi ini.

"Dari jumlah tersebut sepuluh orang mengalami gejala seperti penyakit antraks mulai dari meriang hingga bagian tangan melepuh karena luka. Terhadap 10 warga tersebut sudah diberikan penanganan dan sudah diambil sampel untuk kepastian penyakit yang diderita,” katanya.

Sumaryanta mengatakan, sebagian daging yang tersisa diambil untuk sampel guna uji laboratorium, sementara sisa daging yang belum diolah juga sudah dimusnahkan dengan cara dibakar. “Kami berharap kepada warga yang mengalami gejala segera ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan,” katanya.

Sementara itu Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Gunungkidul membenarkan adanya 10 warga Desa Hargomulyo yang diduga terpapar antraks.

"Setelah kami mendapatkan laporan, kami langsung melakukan pengambilan sampel untuk diuji di laboratorium. Hasil pengujian sampel belum keluar,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Gunungkidul, Retno Widyastuti, di Gunungkidul, Sabtu (29/1/2022).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut