1.000 Penari Angguk Meriahkan Peringatan Hari Jadi ke-67 Kulonprogo
Mereka dilatih menari kolosal di sanggar tari sekitar dua pekan. Agar lebi menarik, dilakukan inovasi pada musik iringan, tanpa meninggalkan beduk yang menjadi musik pengiring utama. “Angguk ini sudah menjadi salah satu anugerah pesona Indonesia yang harus terus dipromosikan,” katanya.
Salah satu peserta, Davinta Hari Kristianti mengaku hanya dua pekan berlatih menari angguk. Awalnya, dia berlatih di sekolah dilatik oleh pengelola sanggar. Setelah gerakan kompak, mereka dikumpulkan di slah satu sekolah di Temon untuk memainkan secara kolosal, dan di Taman Budaya sepelum pentas di Alun-Alun Wates.
Sebelumnya, Davinta sama sekali belum mengenal angguk. Dia belum pernah melihat pentas tari angguk. Namun dengan dikenalkan dan langsung berlatih, di bisa langsung bisa ikut menari. “Mudah, tidak ada yang susah. Dua minggu latihan sudah hafal,” ucapnya.
Penari angguk lainnya, Nur Isnaini mengaku bangga bisa ikut menari dalam peringatan Hari Jadi Kulonprogo. Bagi Isnaini, aksinya itu menjadi kenangan yang tidak bisa dilupakan. Karena itu, dia berharap tari angguk bisa semakin berkembang dan populer. “Senang bisa ikut tampil, kita ingin angguk membawa Kulonprogo lebih dikenal,” ucap pelajar SMP 1 Kokap ini.
Editor: Kastolani Marzuki