Meskipun demikian, Riko mengatakan tetap mengakomodasi masyarakat yang belum terdaftar dan akan dialihkan ke program vaksin selanjutnya.
Kapolrestabes menjelaskan, warga yang berdesakan masuk ini takut kehabisan vaksin. Mengenai jual beli formulir pendaftaran vaksin ini, Riko mengatakan tidak ada pihak yang diamankan.
“Setelah diberikan penjelasan warga yang belum mendapatkan vaksin pun membubarkan diri dan situasi di lokasi vaksin massal sudah kondusif,” ujarnya.
Diketahui gebyar vaksin presisi ini dilaksanakan Polri serentak di beberapa lokasi di Indonesia termasuk wilayah hukum Polrestabes Medan.
Vaksinasi tersebut ditinjau langsung Wakapolri Komjen Gatot Edy Purnomo. Namun sepulangnya Wakapolri, kondisi berubah menjadi ricuh.
Kericuhan ini terjadi akibat banyaknya warga yang datang ke lokasi, sementara stok vaksin yang disediakan oleh panitia hanya terbatas sekitar 1.000 dosis.
Peserta vaksin, Juliana mengaku dirinya sudah menunggu dari pagi hari hingga sore, namun tak kunjung dipanggil sehingga berusaha menerobos pagar.
Editor: Kastolani Marzuki