Update Banjir Bandang-Longsor di Sumut: 34 Orang Tewas dan 52 Warga Hilang
Di Sibolga, delapan warga meninggal dunia, dua mengalami luka ringan dan tiga luka berat, sementara 46 orang masih dinyatakan hilang. Tapanuli Tengah (Tapteng) melaporkan empat korban meninggal, sedangkan di Humbang Hasundutan (Humbahas) terdapat dua korban meninggal, empat luka berat, dan lima warga hilang. Di Pakpak Bharat dan Nias Selatan (Nisel) masing-masing tercatat satu hingga dua korban jiwa.
Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) melaporkan lima warga luka ringan akibat terdampak longsor dan banjir. Sementara itu, Langkat menjadi salah satu titik pengungsian terbesar dengan 750 warga tercatat mengungsi. Wilayah lain seperti Madina, Padangsidimpuan, Sergai, dan Nias tidak melaporkan korban jiwa meski turut terdampak bencana.
Sebanyak 1.030 personel gabungan diterjunkan untuk merespons update banjir bandang-longsor di Sumut: 34 orang tewas dan 52 warga hilang. Mereka berasal dari Satwil, Ditsamapta, Sat Brimob, Bid TIK, dan Biddokkes Polda Sumut. Tugas personel mencakup evakuasi, pencarian korban hilang, pendataan, pengaturan lalu lintas, hingga pembangunan posko darurat.
Di Taput, tim Brimob fokus membuka akses jalan utama yang tertutup material longsor. Di Sibolga, pencarian puluhan warga yang masih hilang terus dilakukan di area yang sulit dijangkau.
“Tim bergerak siang dan malam karena medan cukup berat dan beberapa akses terputus,” ujar Ferry.