Techbros Pamerkan Teknologi Pertanian ke Petani di Food Estate Humbang Hasundutan
Alat pendeteksi nutrisi berbasis IoT dikembangkan oleh AdCNet Research Center Telkom University. Alat ini memanfaatkan sensor NPK dan sensor kelembaban untuk mengambil data unsur hara dalam tanah.
Nutrisi adalah zat anorganik yang penting untuk pertumbuhan tanaman. Sensor NPK akan mendeteksi kadar Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K), sehingga data tersebut akan diproses oleh mikrokontroler kemudian ditampilkan di layar dan dikirimkan ke pengguna menggunakan IoT. Dengan begitu, petani dapat menentukan jenis perawatan terbaik untuk tanamannya.

Lalu, Auto Switching Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid (Energi Surya dan Angin) dikembangkan oleh Fakultas Ilmu Terapan Universitas Telkom. Sistem pada Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid (PLTH) ini, dilengkapi dengan sensor dan sakelar yang mampu mengatur input pengisian baterai berdasarkan nilai energi listrik terbesar yang dihasilkan dari turbin angin atau surya.
Alat ini juga terhubung dengan aplikasi monitoring berbasis web yang dapat digunakan untuk memonitor dan merekam data tegangan.
Fortuna Argatech, Arifin Ardi memperkenalkan solusi pertanian cerdas yang bisa digunakan petani, yaitu melalui Sistem Pemantauan Tanah Longsor dan Weather Station.