Suami Gangguan Jiwa, Istri di Batubara Banting Tulang Nafkahi Keluarga dengan 3 Anak
Namun itu pun hanya berlangsung selama empat bulan. Kakak iparnya Rustam (65) tiba-tiba diserang kelumpuhan. Bantuan yang selama ini diterima tidak diperoleh lagi karena abang iparnya sudah tak mampu bekerja.
Menghadapi situasi sulit, Atik banting setir mengambilalih tanggung jawab keluarga dengan menafkahi sekaligus membiayai pendidikan anak-anaknya.
Kendati di tengah keterbatasan dan kemampuan, Atik bekerja sebagai buruh cuci dan mengambil upahan mengupas kelapa di agen kelapa dengan penghasilan ,aksimal Rp20.000 per hari.
"Biasanya sewaktu ayah mereka masih bekerja kami tidaklah kekurangan seperti sekarang ini. Saya dan anak-anak sering dibantu abang ipar untuk biaya hidup dan sekolah," katanya.
Meski berat, mau tidak mau Atik harus melakukan pekerjaan kasar agar anak-anaknya dapat makan dan sekolah.