Sejumlah Driver Ojol di Medan Jadi Korban Penipuan, Pelaku Manfaatkan Aplikasi GoSend
Tanpa ada rasa curiga, kata Arifin, korban yang merupakan driver ojek online memberikan uang yang diminta oleh pelaku. "Ternyata yang menerima barang itu alamatnya fiktif alias tidak ada," ujarnya.
Menurut Kapolsek Medan Timur ini, pelaku bersama beberapa temannya yang masih DPO sudah berkali-kali melakukan penipuan. "Korban (driver ojek online) terakhir mengalami kerugian Rp2.650.000," katanya.
Saat ini Unit Reskrim Polsek Medan Timur masih mengejar beberapa orang rekan tersangka yang terlibat dalam kasus penipuan dan penggelapan ini. "Ada beberapa orang yang masih kita kejar," sebutnya.
Sementara itu, tersangka Indra mengaku sudah empat kali melakukan aksi penipuan ini. "Saya tidak sendiri, ada teman juga yang membantu. Perannya sebagai penerima barang," ucap pelaku.
Setiap melakukan aksinya, pelaku meminta uang kepada para driver beragam. "Saya bilang sama driver online kalau barang ini onderdil mobil padahal isinya air mineral, kain dan sepatu bekas. Jadi saya minta uang driver dulu nanti diganti yang menerima barang,”kata Indra.