Respons Cepat! Bobby Nasution Turun Tangan soal Bantuan Bencana di Tapteng
"Itu sudah disampaikan dari Kementerian Dalam Negeri, bahwa soal bantuan perlu data yang valid. Dan itu datanya ada di kabupaten/kota, di mana ada beberapa daerah yang cepat menerima bantuan. Tetapi ada juga yang belum menerima. Kami dari provinsi (perannya) terus melakukan pendampingan, seperti di Tapteng termasuk yang paling sering kami dampingi," katanya.
Dia menjelaskan, data korban bencana tidak hanya berdasarkan jumlah jiwa. Pemerintah daerah juga harus mengklasifikasikan tingkat kerusakan rumah secara detail.
"Kalau ada yang bilang mereka layak mendapatkan bantuan (hunian), itu klasifikasinya kembali lagi ke pemerintah setempat, bagaimana mereka melihat itu. Misalnya ada yang rusak ringan dan tidak harus pindah, ada yang rusak berat dan sebagainya. Nah itu tergantung dari Kepala Desa, Camat dan Bupati, termasuk data keriguan mebeuler (perabotan rumah tangga)," ucapnya.
Bobby juga menyampaikan pesan tegas kepada kepala desa, camat, dan kepala daerah. Dia meminta seluruh jajaran lebih serius dalam melakukan pendataan masyarakat terdampak.
"Pesan saya untuk kepala desa, camat dan kepala daerah, sering-sering melototi (memeriksa) data masyarakat. Kalau bisa saat bangun tidur atau sebelum tidur. Dicek datanya, berapa yang belum dapat bantuan. Itu jadi menu harian dan alaram pagi, alarm tidur malamnya itu," katanya.
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Pemprov Sumut dalam memastikan penanganan bencana berjalan optimal. Bobby diketahui aktif turun langsung ke lapangan sejak bencana hidrometeorologi melanda wilayah tersebut.
Seusai meninjau lokasi di Kecamatan Badiri, Bobby Nasution melanjutkan kunjungan kerja ke Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan percepatan pemulihan pascabencana di wilayah terdampak.
Editor: Donald Karouw