Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kronologi Demo Rusuh di Lapas Narkotika Sungguminasa, Massa Rusak Fasilitas hingga Bakar Ban
Advertisement . Scroll to see content

Ratusan Siswa SMK 10 Medan Segel Sekolah hingga Blokade Jalan gegara Tak Bisa Ikut SNBP

Rabu, 12 Februari 2025 - 12:54:00 WIB
Ratusan Siswa SMK 10 Medan Segel Sekolah hingga Blokade Jalan gegara Tak Bisa Ikut SNBP
Aksi demo ratusan siswa SMK Negeri 10 Medan bersama para orang tua mereka di depan gedung sekolah di Jalan Cik Ditiro, Kota Medan, Rabu (12/2/2025). (Foto: MPI/Wahyudi Aulia Siregar)
Advertisement . Scroll to see content

"Sekarang kami gak bisa ikut SNBP, padahal itu hal yang sangat kami tunggu-tunggu. Kami ini semua masuk (perguruan tinggi). Tapi karena SNBP bermasalah, banyak yang gak bisa masuk kuliah. Karena ada beberapa juga yang tidak mau ikut melalui jalur Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Jadi SNBP ini sangat dinantikan," ujarnya, Rabu (12/2/2025).

Devi berharap agar Presiden Prabowo memberikan perhatian dalam kasus mereka ini dan menegaskan Kementerian Pendidikan Tinggi untuk kembali membuka Portal SNBP.

"Harapan kami kepada Pak Prabowo supaya Portal SNBP-nya dibuka kembali untuk kami. Sehingga kami bisa ikut dan berkuliah di kampus yang kami impikan," katanya. 

Sementara itu, salah seorang orang tua siswa yang turun langsung berorasi saat unjuk rasa itu, Widya Ariani Nasution, menyebut kasus kelalaian sekolah ini bukan baru pertama kali terjadi. Sehingga perlu dilakukan evaluasi dan penindakan terhadap semua yang terlibat dan bertanggungjawab atas prosesnya. 

"Kami meminta semua pihak diperiksa. kenapa bisa terjadi seperti ini. Kenapa sekolah negeri yang harusnya bisa menjadi harapan bagi kami orang-orang tua untuk menitipkan anak-anak di sekolah ini, bisa mengikuti proses ke jenjang berikutnya. Tapi mereka bisa melakukan seperti ini. Apa yang terjadi sebenarnya. Berarti ada sesuatu yang tidak beres di dalam penanganan sekolah. Kami berharap ada sanksi bagi yang terkait. Kalau bisa dinonaktifkan atau dipecat," ujarnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut