Ratusan Bangkai Babi Mengambang, Wisatawan Batalkan Kunjungan ke Danau Siombak
Tak hanya itu, dia juga menyesalkan informasi tentang bangkai babi yang tersebar di masyarakat karena terkesan melebih-lebihkan. Itu menjadi salah satu penyebab wisatawan enggan berkunjung ke Danau Siombak.
“Memang benar ada bangkai babi. Namun ada yang bilang menjadi kolera, ada yang bila wabahnya seperti flu monyet. Itu yang buat wisatawan jadi takut ke sini. Karena akan sangat mengerikan kalau mereka terkena virus itu,” katanya.
Mustika mengatakan, berdasarkan keterangan Dinas Kesehatan Pemkot Medan, keberadaan virus dari bangkai babi tidak akan menyerang manusia. Dia pun berharap Pemerintah Provinsi Sumut dan Kota Medan untuk lebih serius menangani bangkai babi di Danau Siombak.
“Dari yang saya lihat, penanganan bangkai babi ini masih banyak yang kurang. Karena hingga saat ini yang mengevakuasi masih kami pribadi,” ucapnya.
Mustika secara khusus berharap agar pemerintah memberikan apresiasi kepada seorang karyawan daerah Wisata Danau Siombak. Sebab, karyawan tersebut selama tiga pekan terakhir mengevakuasi bangkai-bangkai babi tersebut dari Danau Siombak.
”Kalau bisa, tolong apresiasi karyawan kami yang selama tiga minggu terakhir dan hari ini juga masih mengevakuasi bangkai babi dari Danau Siombak,” ucapnya.
Editor: Kastolani Marzuki