Putranya Diduga Korban KKB, Ayah Ricardo Simanjuntak: Pulanglah Nak
Sejak hari itu pula, keluarga tidak lagi bisa berkomunikasi dengan Ricardo. Mereka lalu mendapat kabar mengejutkan. Ada penembakan brutal yang dilakukan KKB terhadap para pekerja pembangunan Trans Papua di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, Minggu (2/12/2018).
Informasi itu membuat keluarga Ricardo Simanjuntak cemas. Apalagi, belasan korban dipastikan tewas. Sementara nasib Ricardo tidak diketahui, apakah turut menjadi korban atau selamat dalam aksi pembantaian yang dilakukan KKB.
Mereka terus memantau berita di televisi untuk mengetahui perkembangan evakuasi para pekerja Trans Papua. Keluarga berharap agar petugas gabungan segera menemukan Ricardo.
“Harapan saya, bantuan pasukan gabungan untuk terus mencari anak saya agar segera pulang ke pangkuan saya,” kata Edison Simanjuntak.
Edison menceritakan, anaknya pertama kali merantau ke Papua pada tahun 2014 lalu. Lalu pada 2016 lalu, Ricardo pulang ke kampung halaman. Anak yang dikenal baik itu ingin merawat ibunya yang tengah berjuang melawan penyakit kanker payudara.
Februari 2018 lalu, ibunya dipanggil Yang Maha Kuasa. Ricardo pun kembali ke Papua pada April 2018 dan bekerja di PT Istaka Karya. Dia tidak pernah lupa memberi kabar pada keluarga, terutama ayahnya.
Edison dan keluarga berharap segera mendapat informasi mengenai kondisi Ricardo. Dia tiada henti-hentinya berdoa agar Ricardo selamat dan segera pulang ke kampung halamannya di Balige. “Cardo, mulak ma ho amang (pulanglah kau nak),” kata Edison.
Editor: Maria Christina