Puluhan Ribu Babi Mati karena ASF, Gubernur Sumut Kaji Upaya Pemusnahan
"Konsekuensinya ya sampai wabah itu habis nanti baru boleh lagi pengadaan pemeliharaan khususnya pada babi," imbuhnya.
Lebih lanjut Edy menuturkan, akan lebih berhati-hati dalam membeli babi untuk ganti warga. Menurutnya, wabah ini merupakan msibah.
"Dengan demikian nanti (diperhatikan) babi dimasukan dari mana-mana. Ini adalah musibah untuk kita," terangnya.
Untuk diketahui, tercatat sudah 29.223 ekor babi mati di 17 wilayah di Sumut, antara lain di Kabupaten Dairi, Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Karo, Toba Samosir.
Kemudian di wilayah Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Samosir, Simalungun, Pakpak Bharat, Langkat, Mandailing Natal, Tebingtinggi, Pematang Siantar dan Kota Medan.
Editor: Nur Ichsan Yuniarto