Pelecehan Seksual, Aktivis: Kampus Sudah Tak Aman untuk Perempuan
MEDAN, iNews.id - Aktivis perempuan di Sumatera Utara (Sumut), Medan Women March Mdn, menyoroti kasus dugaan pelecehan seksual dosen terhadap sejumlah mahasiswi di Universitas Sumatera Utara (USU).
Seorang aktivis, Wina Khairina mengatakan, sangat disayangkan mengapa kasus ini belum juga selesai. Padahal korban butuh keadilan atas masalah yang menimpanya.
"Pelaku (dosen) juga hanya mendapatkan sanksi berupa skorsing tulisan tanpa kop surat," kata Wina kepada wartawan di Kota Medan, Sumut, Rabu (29/5/2019).
Menurut dia, kasus yang terjadi di Fisip USU merupakan kasus pelecehan seksual karena struktur relasi kekuasaan antara dosen dan mahasiswa. Persoalan ini sangat sulit diungkap karena korban kerap kali merasa takut dan terancam.
Kondisi inilah yang menyebabkan kasus-kasus pelecehan seksual di USU berlangsung langgeng dan tidak mampu dilawan mahasiswa.